Sekolah Negeri milik Siapa ?
Diterima di sekolah negeri, favourite, masih menjadi impian orang tua siswa. Masih cukup kuat anggapan bahwa SD, SMP dan SMA/SMK Favourite memiliki peluang besar dalam mengangkat masa depan si kecil. Tidak salah, namun mungkin kita perlu mencatat bagaimana ketimpangan antara sekolah negeri yang didominasi oleh investasi tinggi dan sekolah yang biasa saja.
Kebijakan pemkot dalam melakukan cluster, bahwa sekolah negeri hanya boleh diisi oleh warga pada kecamatan sekitar tentu sangat menarik, melarang adanya pungutan (investasi) serta memberikan dana bantuan operasional sekolah. Bahwa dana BOS atau BOPDA masih sangat kurang dari biaya operasional biasanya memang beralasan, namun tetap membiarkan ketimpangan dana investasi akan membuat dunia pendidikan kita tidak memiliki data yang cukup untuk memahami persoalan anggaran pendidikan yang sebenarnya.Peningkatan infrastruktur memang diharapkan meningkatkan kenyamanan belajar yang secara signifikan akan memilih pengaruh kuat dalam peningkatan kualitas belajar mengajar.
Pro kontra terhadap investasi di sekolah negeri ini memang perlu mencari titik temu, sehingga investasi masyarakat mampu dikelola dengan benar dan adil. Juga menghindari alih-alih bantuan pendidikan namun pada kenyataannya sangat memberatkan orang tua. Hendaknya juga disadari bahwa Sekolah negeri adalak milik semua, bukan dominasi yang kaya, sehingga investasi menjadi kewajiban dan sekolah berlomba mempercantik diri bukan pada kualitas siswa. Sehingga tidak bijak, menyarankan wali murid yang kontra dengan investasi (meski orang berada) untuk memilih sekolah lain. Bukankah jika mampu, kita mampu juga menyerahkan anak kita di sekolah non subsidi pemerintah. Hendaknya Sekolah negeri juga menjadi bagian bersama dalam kualitas yang relatif tidak terlalu jomplang, kemampuan membangun database bersama, yang membuat data dan informasi mampu dipahami menjadi knowlegde.
Dengan mahalnya biaya pendidikan tentunya sekolah negeri pro pada seluruh lapisan masyarakat, dana APBD dan APBN pendidikan mampu diserap dengan benar. Penguasaan kurikulum dengan muatan lokal hendaknya juga diharapkan mampu memberikan warna pada bangkitnya masyarakat berpendidikan yang tercipta pada lingkungan yang berpendidikan. Salam. Unung.

. Selain itu juga memang pekerjaan sehari-hari berhubungan dengan itu. Akhirnya..timbul ide untuk melakukan mapping bidang kerja teman-teman seangkatan..sehingga…we can share together…, tentu saja kita nggak mau seperti katak dalam tempurung…we have the same background..that’s statistic science..jadi pasti ada benang merahnya kalo kita semua ketemu. Mungkin selama ini belum keliatan dan belum dieksplore aja..sehingga…diantara kita kadang bingung mencari, informasi apa yang bisa kita dapat dari teman kita…dan saya percaya..bahwa banyak hal yang bisa kita share jika kita mau. Satu hal yang mungkin bisa ditanamkan dalam hati kita adalah…komitmen untuk tetap bercerita, berkarya dan beraksi…vivat statistika 95 !! (wiyli)


