Bersama Berjuang dan Berkarya

March 31, 2008

Dejavu

Filed under: Bersama Cerita

"Di lembar putih ini ,

kutuangkan semua …perasaanku,

tentang diriku, cintaku pada dirimu,

…….."

 

Pagi ini cuaca agak beda , terasa lebih romantis.Sedikit mendung, masih ada gerimis sisa hujan semalaman, dan dingin pastinya. Hmmm lagunya Krisdayanti boleh nih buat nemenin nyetir ke kantor. Nyalain MP3, ya liriknya seperti diatas itu. Lagunya Krisdayanti yang pertama, judulnya "Buku Harian". Waktu itu KD masih culun culunnya.

 

Dan,…. Zzzzzzzzzzzzzzzzzzz

 

Yup dejavu, suara KD ini mengingatkan aku ke seorang teman . Suaranya bagus banget, apalagi kalau dia lagi nyanyiin lagunya KD, hmmm tarik napas deh dalam dalam . Dari semua rekan satu angkatan, aku yakin cuma dia yang bisa menjiwai perubahan angka angka di notasi lagu. Kalau ada deretan 1, 2, 3 , 4, 5 dia akan bilang do-re-mi-fa-sol, sementara rekan lainnya justru akan mencari rata-ratanya, standar deviasinyalah, bahkan kalau perlu dianalisa trend-nya, dasar anak statistik, terlalu otak kiri.

 

Oh ya namanya Nina, dulu pacar pertamaku Nina juga, bukan Nina yang ini pastinya, istriku sekarang Nani, hehe … nggak ada variasi memang hidupku ini.

 

Suasana zama mahasiswa yang pas banget untuk lagu ini adalah pada saat tugas praktikum statistika , bagian distribusi poisson. Peserta diharuskan berdiri di pinggir jalan, membawa alat penghitung, terus mencatat mobil yang lewat, dari kiri – kanan, waktu antar kendaraan, tidak boleh dekat lampu lalu lintas (biar tidak dikira jualan koran mungkin maksudnya… ). Waktu itu kami berempat, aku, Imam, Nina sama Inggar memilih jl Margorejo, soalnya dekat dengan rumahnya Inggar jadi selesai dari lokasi bisa langsung mampir buat makan makan di rumahnya Inggar,mana ada kelompok lain yang kayak gitu. Pada saat berangkatpun sudah menyisakan cerita sendiri. Setelah selesai kuliah pagi, kita berempat langsung berangkat ke lokasi survey. Waktu itu Inggar yang punya mobil, satu satunya yang bawa mobil ke kampus. Dengan sopannya (mungkin karena sudah dididik dengan baik untuk menghargai etika) Inggar menawarkan dengan halus "Ru, Mam ada yang mau nyopir ?" Blarrrr, aku sama Imam berpandangan muka, dan dengan sopan dan halus karena malu, kami bilang terima kasih atas tawarannya, biar kami dibelakang saja deh. Yah, soalnya aku & Imam nggak bisa nyetir sama sekali. Walhasil perjalanan dari Kampus s.d lokasi, kami merah padam diledekin sama Nina yang duduk di depan sama Inggar, sementara kami berdua cuman senyum senyum, kecut.

 

Tugas Survey ini lumayan mbosenin, sampai kemudian Nina dengan tenangnya menyanyikan lagu KD diatas, he he langsung siang hari yang terik itu jadi adem. Kayak ada bola energi yang melindungi kami. Dari situlah suara Nina benar benar menjadi andalan untuk dinikmati. Agak sore, ketika tinggal beres beres peralatan muncul isengya lagi. Sewaktu ada 2 cewek lewat, tanpa basa basi langsung dia bersuit – suit kayak preman kampung. Begitu cewek itu menoleh, dengan santainya dia menunjuk aku & Imam. Yah 2 -0 deh hari ini sama anak satu ini….

 

Lain hari, kemampuan Nina menyanyikan lagu KD ditunjukkan dalam even yang lebih besar. BCS . Lokasinya di Dlundung waktu itu. Selagi semua peserta angkatan baru sedang menerima materi, angkatan kami yang saat itu menjadi OC, memisahkan diri ketempat yang agak jauh untuk menghabiskan waktu. Kebetulan ada kakak kelas lewat, Ading namanya, kalau dia terkenal dengan kemampuannya bermain gitar dan bernyanyi Iwan Fals. Setelah ading bergabung, request lagu langsung keluar dari kanan kiri, pas bagianku aku minta tolong mereka nyanyi lagunya Anang – KD yang waktu itu lagi hangat hangatnya. Wah, benar benar menghipnotis deh …

 

Di Dlundung juga, momen yang paling indah adalah saat suatu malam ketika semua peserta dan kakak angkatan sudah terlelap tidur, kami satu angkatan yang ikut acara itu , duduk membentuk lingkaran dengan takzim.

Saat itulah setiap peserta diperbolehkan untuk mengkritik temannya dengan terbuka, memberikan saran dan sekaligus lapang dada menerima kritikan. Awalnya memang terasa kaku, setelah aku menyediakan diriku sebagai bahan evaluasi, pelan tapi pasti semuanya bisa menikmati acara itu.

 

hmmmm

Saat itulah , di bawah satu obor dan keheningan alam, kami mulai merajut hati angkatan sebagai keluarga .

Saat itulah, saat awalnya kami tumbuh dewasa untuk bicara dan mendengar orang lain

Saat itulah, dimana aku menyadari arti sahabat sebenarnya, di saat kita dekat dengan mereka dan semua gundah beban kita hilang dengan sendirinya….

Saat itulah, saat yang kurindukan saat ini ….            

 

I miss you all ……

 

Makassar, 31 Maret 2008 (Daru Puji Utomo)

March 6, 2008

Patas Indrapura, 19 Desember 07, 17.00 WIB

Filed under: Bersama Cerita

Menikmati perjalanan surbaya - magetan dengan bus Indrapura, seperti naik mesin waktu yang melemparku 7 tahun kebelakang. Apalagi kalau bukan masa masa akhir kuliah, yah periode antara bulan Juni 99 hingga Maret 00, gencar gencarnya kekhawatiran datangnya Y2K, millenium bugs, yah entahlah.

Ya, hari ini aku sengaja untuk naik bus saja, bukan karena lebih murah, tetapi memang sudah aku rencanakan jauh jauh hari. Naik bis seperti sekarang membuatku sepertimendapatkan kembali nafas baru, gairah baru seperti zaman kuliah dulu. Dulu, biasanya aku pulang sebulan sekali, kadang 2 minggu sudah pulang kalau lagi kehabisan atau mau ngirit uang. Soalnya biaya bis surabaya-magetan PP masih lebih murah daripada biaya makan jumat-senin di keputih.

mengingat zaman kuliah, terutama pada semester terakhir sbelum wisuda, merupakan waktu yang paling berkesan bagiku. Kalau ada pertanyaan ,"bila ada diberi kesempatan kembali ke zaman dahulu, periode tahun berapa yang kamu pilih ?" Jelas, periode itu adalah jawabanku.

Terbayang rumah kontrakanku yang harga kontraknya 1 juta setahun untuk 5 orang dengan 5 kamar. Jadi perorang hanya bayar 200 ribu setahun, atau 20 ribu sebulan. Itupun kadang harus pinjem dulu sama yang kebetulan punya uang. Rumahnya dari kayu, untuuuung nggak terbakar, walaupun hampir saja kejatuhan pohon besar di depan rumah pas lagi hujan deras. Syukurlah dari rumah itu, penghuninya saat ini telah sukses, melebihi yang pernah berani kami bayangkan saat itu. Hmm ide bagus untuk menuliskan kisah kisah rumah kontrakan ini… Siapa tahu laris seperti buku "Laskar Pelangi".

pagi jam 4.30 biasanya aku sudah bangun. Aktivitas pertama adalah masak air buat kopi. Pastinya bukan pakai ketel elektrik merk philip seperti yang aku punya sekarang. Alat pemanasnya seperti pengocok telur yang digagangnya ada kabel ke listrik. Warna gagangnya merah. Resiko terberat dari alat ini, yah kelupaan nyabut dari listrik, akhirnya kepanasan, airnya habis, alatnya korslet. Kemudian dimaki sama temen temen kontrakan karena cuma itu alat yang kita punya, dan mesthi nunggu kiriman bulan depan untuk iuran dan beli lagi.

air sudah panas, selanjutnya ambil sesendok setngah gula plus setengah sendok kopi jadilah secangkir kopi nan harum penyapa pagi. Semua bahan kopi dan gula dibawa dari kampung, biar irit. Buka pintu kamar, terus pintu dapur , timba air dari sumur, berwudhu dulu dan sholat shubuh. Selesai sholat shubuh, didepan meja belajar yang kakinya sudah dipotong pendek, ambil buku atau kertas terus biasa belajar. Oh ya, kaki meja dipotong pendek bukan biar kelihatan gaya, tapi biar irit saja, daripada harus beli kursi lagi.

temen pendampingnya adalah suara radio FM milik temenku yang lebih sering berada di kamarku. Acara favorit radio pagi itu adalah siaran lagu lagu pop indonesia yang bersemangat. Jam 05.15 kadang kadang ada temenku dari kost kostan tetangga yang main ke kamarku. Orangnya berkacamata, kumis tipis, selalu tersenyum dan di sepagi itu sudah terlihat rapi sehabis mandi. Sampai sekarang aku masih heran dengan kebiasaannya itu, kok bisa mandi di jam sepagi itu. Kalau sesekali sih mending, tapi ini setiap hari. Paling kami sekedar saling ngecek tugas kuliah, bicara tentang aktivitas di jurusan atau rencana hari itu, yang jelas bukan ceweklah. Namanya Unung, detail dari satu nama ini pasti cukup untuk ditulis minimal satu bab sendiri.

(Daru Puji Utomo) 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft