Bersama Berjuang dan Berkarya

March 6, 2008

Patas Indrapura, 19 Desember 07, 17.00 WIB

Filed under: Bersama Cerita

Menikmati perjalanan surbaya - magetan dengan bus Indrapura, seperti naik mesin waktu yang melemparku 7 tahun kebelakang. Apalagi kalau bukan masa masa akhir kuliah, yah periode antara bulan Juni 99 hingga Maret 00, gencar gencarnya kekhawatiran datangnya Y2K, millenium bugs, yah entahlah.

Ya, hari ini aku sengaja untuk naik bus saja, bukan karena lebih murah, tetapi memang sudah aku rencanakan jauh jauh hari. Naik bis seperti sekarang membuatku sepertimendapatkan kembali nafas baru, gairah baru seperti zaman kuliah dulu. Dulu, biasanya aku pulang sebulan sekali, kadang 2 minggu sudah pulang kalau lagi kehabisan atau mau ngirit uang. Soalnya biaya bis surabaya-magetan PP masih lebih murah daripada biaya makan jumat-senin di keputih.

mengingat zaman kuliah, terutama pada semester terakhir sbelum wisuda, merupakan waktu yang paling berkesan bagiku. Kalau ada pertanyaan ,"bila ada diberi kesempatan kembali ke zaman dahulu, periode tahun berapa yang kamu pilih ?" Jelas, periode itu adalah jawabanku.

Terbayang rumah kontrakanku yang harga kontraknya 1 juta setahun untuk 5 orang dengan 5 kamar. Jadi perorang hanya bayar 200 ribu setahun, atau 20 ribu sebulan. Itupun kadang harus pinjem dulu sama yang kebetulan punya uang. Rumahnya dari kayu, untuuuung nggak terbakar, walaupun hampir saja kejatuhan pohon besar di depan rumah pas lagi hujan deras. Syukurlah dari rumah itu, penghuninya saat ini telah sukses, melebihi yang pernah berani kami bayangkan saat itu. Hmm ide bagus untuk menuliskan kisah kisah rumah kontrakan ini… Siapa tahu laris seperti buku "Laskar Pelangi".

pagi jam 4.30 biasanya aku sudah bangun. Aktivitas pertama adalah masak air buat kopi. Pastinya bukan pakai ketel elektrik merk philip seperti yang aku punya sekarang. Alat pemanasnya seperti pengocok telur yang digagangnya ada kabel ke listrik. Warna gagangnya merah. Resiko terberat dari alat ini, yah kelupaan nyabut dari listrik, akhirnya kepanasan, airnya habis, alatnya korslet. Kemudian dimaki sama temen temen kontrakan karena cuma itu alat yang kita punya, dan mesthi nunggu kiriman bulan depan untuk iuran dan beli lagi.

air sudah panas, selanjutnya ambil sesendok setngah gula plus setengah sendok kopi jadilah secangkir kopi nan harum penyapa pagi. Semua bahan kopi dan gula dibawa dari kampung, biar irit. Buka pintu kamar, terus pintu dapur , timba air dari sumur, berwudhu dulu dan sholat shubuh. Selesai sholat shubuh, didepan meja belajar yang kakinya sudah dipotong pendek, ambil buku atau kertas terus biasa belajar. Oh ya, kaki meja dipotong pendek bukan biar kelihatan gaya, tapi biar irit saja, daripada harus beli kursi lagi.

temen pendampingnya adalah suara radio FM milik temenku yang lebih sering berada di kamarku. Acara favorit radio pagi itu adalah siaran lagu lagu pop indonesia yang bersemangat. Jam 05.15 kadang kadang ada temenku dari kost kostan tetangga yang main ke kamarku. Orangnya berkacamata, kumis tipis, selalu tersenyum dan di sepagi itu sudah terlihat rapi sehabis mandi. Sampai sekarang aku masih heran dengan kebiasaannya itu, kok bisa mandi di jam sepagi itu. Kalau sesekali sih mending, tapi ini setiap hari. Paling kami sekedar saling ngecek tugas kuliah, bicara tentang aktivitas di jurusan atau rencana hari itu, yang jelas bukan ceweklah. Namanya Unung, detail dari satu nama ini pasti cukup untuk ditulis minimal satu bab sendiri.

(Daru Puji Utomo) 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://statistikaits95.blogsome.com/2008/03/06/patas-indrapura-19-desember-07-1700-wib/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft